Ah, Seandainya Misa Harian Seperti Ini…

Rama Maradiyo menerimakan abu kepada umat
Pada tahun ini, Misa penerimaan abu diadakan di Gereja wedi sebanyak dua kali, yaitu pada hari Rabu (1/3/2017) pukul 05.00 pagi dan pukul 17.00 sore. 

Misa “Rabu Abu” pagi berlangsung khusuk. Umat yang hadir membludag. Bahkan sampai di luar gereja. Nampaknya, umat “rela” bangun pagi untuk menerima abu sebagai tanda dimulainya masa prapaskah, masa pertobatan.

Misa Rabu Abu pagi dipimpin oleh Rama Maradiyo. Dalam homili, Rama Maradiyo menyampaikan, Rabu Abu merupakan permulaan masa puasa dan pantang. Karena itu, umat diajak membangun sikap pertobatan dan berbuat amal kasih dalam hidup ini. 

“Santo Paulus (dalam 2 Korintus 5:20 – 6:2) mengajak kita untuk sadar bahwa kita ini diutus oleh Yesus Kristus. Kita diutus untuk mendamaikan dunia dengan Allah. Karena Yesus hadir di dunia agar dunia ini menjadi damai. Maka, hidup kita juga harus bisa mendamaikan dunia. Seperti tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) tahun ini, kita diutus jadi pandheganing budaya tresna, atau menjadi pelopor peradaban kasih,” pesan rama. 

Membludagnya umat yang hadir pada Misa Rabu Abu ini mendapat apresiasi positif dari sejumlah umat. “Ah, seandainya umat yang mengikuti misa harian setiap harinya seperti ini, pasti, hidup umat akan semakin baik...,” ucapnya. Semoga…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar