Danpamis Dan APP Wujud Konkret Mengasihi Sesama

Umat bergotong-royong melakukan bedah rumah seorang warga. Dana untuk bedah rumah ini berasal dari Dana Papa Miskin (Danpamis) Paroki Wedi
Umat lingkungan di Paroki Wedi telah menggelar pertemuan atau sarasehan Aksi Puasa Pembangunan (APP) yang kedua. Umat nampak antusias mengikuti pertemuan kedua yang mengangkat tema Kasihilah Sesamamu atau Tresnaa Marang Pepadhamu ini.

Pertemuan APP yang kedua di Lingkungan Santa Clara Ceporan diadakan di rumah Ag Supatno di Dukuh Kulungan, Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno pada Selasa (14/3/2017) malam. Sekitar 20 umat dari dari anak-anak sampai orangtua menghadiri pertemuan APP. Setelah renungan dilanjutkan dengan latihan koor untuk persiapan tugas misa Paskah pagi yang akan datang. 

Sedang di Lingkungan Santo Yusup Jagalan, pertemuan APP yang kedua digelar di rumah Ibu Giman di Dukuh Jagalan, Desa Pandes pada Kamis (16/3/2017) malam. Umat yang hadir sekitar 30 orang. “Pemandu sarasehan dari pertemuan pertama sampai pertemuan kelima di Lingkungan Jagalan ini adalah dari kaum perempuan,” kata Prodiakon paroki dari Lingkungan Santo Yusup Jagalan, FX Supriyono, Kamis (16/3/2017) siang. 

Dalam pertemuan kedua ini ada cerita atau ilustrasi mengenai kunjungan lingkungan. Seperti diketahui, dalam setiap kunjungan lingkungan, biasanya diisi dengan berbagai pembelajaran, misalnya tentang iman, liturgi, paroki, dan sebagainya. Dalam kunjungan lingkungan pada waktu itu (pada buku panduan APP umat lingkungan), rama menjelaskan tentang Dana Papa Miskin (Danpamis) dan dana APP sebagai wujud konkret mengasihi sesama, terutama kepada mereka yang lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).

Dana Papa Miskin adalah dana yang dikelola oleh paroki. Sumbernya adalah 15% dari kolekte pada misa hari Sabtu dan Minggu (misa mingguan) dan amplop persembahan bulanan dari umat. Jadi dana itu memang diperuntukkan bagi orang-orang miskin.
Dana itu untuk membantu orang miskin, misalnya untuk membantu mereka yang tidak bisa makan, membantu memperbaiki rumah, dan lain-lain. Yang penting dana tersebut (harus) dipakai untuk karya-karya bagi orang miskin. 

Dalam pertemuan di lingkungan terekam bahwa umat Paroki Wedi sudah tahu tentang Danpamis. Umat tahu tentang Danpamis dari penjelasan rama saat berhomili, dan terutama dari Warta Paroki. Umat juga tahu kalau Danpamis di Paroki Wedi itu telah dimanfaatkan untuk membantu orang miskin, misalnya bantuan kepada peminta-minta, pengadaan bantuan sembako, bantuan pengobatan orang sakit, bedah rumah, dan sebagainya . Umat sepakat bahwa Danpamis adalah wujud konkret kasih kita kepada sesama yang lemah, miskin, tersingkir, dan difabel (KLMTD).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar