Mengisi Pertobatan, Umat “Mempercantik” Bunda Maria

Umat sedang mengecat ulang patung Santa Maria Bunda Kristus, Gereja Wedi
Banyak cara bisa dilakukan umat untuk mengisi masa prapaskah ini. Pada masa pertobatan ini, sejumlah umat Paroki Wedi melakukan kegiatan yang sederhana namun berguna bagi umat. 
Mulai hari Senin (6/3/2017), Andreas Purwadi Widodo, Christian Komang Luky Nilamdana, Petrus Claver Watono, dan teman-teman membersihkan dan merapikan taman doa, serta “mempercantik” patung Santa Maria Bunda Kristus yang berada di barat Gereja Wedi ini.

Andreas Purwadi menyampaikan, ide untuk merapikan taman doa serta mengecat ulang patung Santa Maria yang menggendong kanak-kanak Yesus ini muncul secara spontan. “Ketika ide itu muncul, lalu ide tersebut kita sampaikan ke teman-teman. Ternyata, teman-teman merespon dengan baik. Mereka siap membantu. Kemudian, kita matur ke Rama Maradiyo, dan ternyata disetujui. Barulah kita melakukan kegiatan ini,” katanya. 

Purwadi menyatakan, karena saat ini bertepatan dengan masa prapaskah, maka kegiatan merapikan taman doa serta mengecat ulang patung Santa Maria ini juga ditempatkan dalam kerangka pertobatan. “Masa prapaskah adalah kesempatan bagi kita untuk menyadari segala dosa dan kesalahan kita. Masa bertobat. Dan juga masa untuk memperbaiki hidup kita. Karena kita ini adalah warga Gereja, maka, pertobatan yang kita lakukan ini juga harus bisa dirasakan oleh umat yang lain. Bukan hanya untuk kita sendiri,” ujarnya.

Ia berharap, setelah taman ini dirapikan dan patung Santa Maria dicat ulang, maka umat semakin dekat dan mencintai Bunda Maria. Umat menjadi senang dan semakin rajin berdoa dan berdevosi kepada Bunda Maria. 

Setelah ditata ulang, kini, taman doa itu kelihatan lebih bersih, rapi, dan menawan. Patung Santa Maria Bunda Kristus juga kelihatan lebih cantik. Maka tak mengherankan kalau belakangan ini banyak umat Paroki Wedi yang berdoa dan berdevosi di depan patung Santa Maria Sor Tanjung (di bawah pohon Tanjung) ini. 

Sekadar informasi, patung Santa Maria Bunda Kristus “Kami Berlindung Kepadamu” ini diberkati pada tanggal 22 November 1998 bertepatan dengan Hari Raya Kristus Raja. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar