Pekan Suci Paroki Wedi Dianggarkan Sekitar Rp 10 Juta

Suasana rapat panitia Pekan Suci di balai mandala
Panitia Pekan Suci Paroki Wedi 2017 mengadakan rapat yang kedua di Balai Mandala, Senin (6/3/2017) malam. Agenda rapat kali ini yaitu penjelasan dan pembagian tugas (job desk) panitia serta merancang anggaran Pekan Suci

Dalam pengarahan Rama Maradiyo menyampaikan, dalam Pekan Suci ini tidak ada tema khusus dari Konferensi Waligerja Indonesia (KWI) seperti halnya Natal. Tetapi sesuai dengan semangat Keuskupan Agung Semarang (KAS), umat diajak untuk membangun Peradaban Kasih. Tema ini direnungkan melalui renungan Aksi Puasa Pembangunan(APP) sebanyak 5 kali di lingkungan. 

“Paskah menjadi puncak perayaan membangun Peradaban Kasih dengan meneladan Yesus Kristus. Maka kita harus menjadi pelopor Peradaban Kasih melalui hal-hal yang sederhana. Kita diajak untuk bekerja sama, membantu yang lemah, dan yang kuat mempunyai kerendahan hati untuk membantu yang lemah. Kita diajak untuk rela berkorban (tenaga, waktu, dan lain-lain) sebagai wujud konkret syukur kita pada Paskah ini,” kata rama.

Rama Maradiyo mengatakan, dalam kepanitiaan Pekan Suci, pembagian tugas dan kerja itu perlu ada. Tetapi, panitia tetap membuka diri untuk saling membantu antartim kerja. Jadi, pembagian tugas dan kerja itu tidak bersifat kaku.

“Antara tim kerja yang satu dengan yang lain harus saling melengkapi dan menopang. Karena tujuan kita (panitia Pekan Suci) adalah agar umat semakin menghayati misteri Paskah yang hendak dirayakan. Diharapkan, Paskah 2017 ini menjadi perayaan iman, bukan hanya ritual, dan bisa memberi kesan bagi umat. Maka, panitia harus seia dan sekata. Panitia harus kompak,” pesan rama.
Usai penjelasan dan pembagian tugas, panitia lalu merancang anggaran Pekan Suci. Sampai malam itu, anggaran untuk Pekan Suci Paroki Wedi tahun 2017 yaitu Rp 9.951.000. “(anggaran) Ini masih sementara. Kemungkinan, anggaran ini masih bisa berubah. Karena masih ada kebutuhan yang belum terdanai,” ucap Ketua Panitia Suci Paroki Wedi tahun 2017, Sony Christian Sudarsono.   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar