Prapaskah, Umat Diajak Mendalami RIKAS Dan Mengamalkan Pancasila

Rencana Induk Keuskupan Agung Semarang (RIKAS) 2016-2035 mencita-citakan terwujudnya peradaban kasih di bumi Indonesia yang sejahtera, bermartabat dan beriman. 

Apa yang dicita-citakan ini menjadi gerak seluruh umat Allah Keuskupan Agung Semarang (KAS) sebagai persekutuan paguyuban-paguyuban umat beriman. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika dalam rangka pendalaman APP 2017 kita perlu mendalami RIKAS tersebut agar apa yang menjadi cita-cita Gereja KAS menjadi semakin nyata dalam kehidupan.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Aksi Puasa Pembangunan (APP) KAS Rama Alexius Dwi Aryanto, Pr dalam Gagasan Dasar APP 2017 yang ditulis pada Buku Panduan APP umat lingkungan 2017. 

Rama Alexius Dwi Aryanto menyatakan, kasih adalah hukum utama dalam kehidupan umat beriman kristiani. Dasarnya pun jelas, yaitu ajaran Yesus Kristus sendiri. Ketika ditanya soal hukum mana yang terutama dalam hukum Taurat, Yesus menegaskan bahwa hukum yang utama adalah mengasihi Allah dengan segenap hati dan mengasihi sesama seperti diri sendiri (bdk. Mat 22:34-40). 
“Kasih kepada Allah dan kasih kepada sesama dengan sepenuh hati menjadi salah satu ciri utama hidup orang beriman,” tulis rama.

Rama Dwi Aryanto mengatakan, orang beriman kristiani, khususnya umat Allah KAS, menghayati imannya dan berjuang mewujudkan peradaban kasih dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Kita sadar bahwa kita hidup bersama di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan banyak orang dari berbagai macam suku, agama, ras maupun golongan. Namun demikian meskipun kita berbeda-beda, kita tetap diajak terus menerus memperjuangkan dan mewujudkan kasih yang tulus, menjalin persaudaraan dengan semua orang tanpa membeda-bedakan. 

“Sebagai warga bangsa, kita terus menerus diajak memperjuangkan nilai-nilai luhur Pancasila, yaitu berketuhanan, berperikemanusiaan, bersatu, berdemokrasi dan berkeadilan sosial bagi seluruh warga bangsa,” ajak rama.

Rama Dwi Aryanto mengingatkan, Mgr Albertus Soegijapranata, SJ memberikan warisan nilai yang sangat mendalam berkaitan dengan kemanusiaan. Beliau menegaskan bahwa kemanusiaan itu satu kendati berbeda bangsa, asal usul dan ragamnya, berlainan bahasa dan adat istiadatnya, kemajuan dan cara hidupnya, semua merupakan sebuah keluarga besar. 

“Kita yakin bahwa ungkapan ini merupakan sebuah penegasan untuk menghayati nilai-nilai iman di tengah-tengah bangsa yang sangat majemuk. Dan berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila beliau menegaskan bahwa kita juga wajib mendalami, menjabarkan dan memperjuangkan perwujudan Pancasila dasar negara kita, dengan iman yang dikaruniakan Tuhan kepada kita,” kata rama.
Rama Dwi Aryanto menandaskan, mewujudkan iman di dalam negara yang berdasarkan Pancasila secara jelas terumus dalam RIKAS 2016-2035, yaitu mewujudkan kesejahteraan, menjunjung tinggi martabat manusia dilandasi dengan iman yang cerdas, tangguh, mendalam, misioner dan dialogis.

Sekadar informasi, tema Aksi Puasa Pembangunan (APP) Keuskupan Agung Semarang (KAS) tahun 2017 ini adalah Aku Pelopor Peradaban Kasih atau Aku Pandheganing Budaya Tresna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar