Umat Didorong Menjadi Pelopor Peradaban Kasih

Rama FX Sukendar 
Dalam kehidupan masyarakat majemuk yang rentan dengan perpecahan dan adu domba ini, umat Keuskupan Agung Semarang (KAS) didorong menjadi pelopor peradaban kasih demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman. 

Ajakan ini disampaikan Administrator Diosesan KAS Rama FX Sukendar Wignyosumarta, Pr dalam Surat Gembala Prapaskah Tahun 2017 yang dibacakan atau diterangkan pada perayaan Ekaristi Sabtu dan Minggu (25-26/2/2017).

“Kita diajak menjadi orang-orang yang mempunyai kualitas hidup sebagaimana diajarkan oleh Yesus dalam kotbah di bukit. Melalui kotbah-Nya, Yesus menggembleng para pengikut-Nya agar menjadi pribadi-pribadi yang unggul. Seperti yang dikatakan-Nya: jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat 5:20),” tulis rama.

Dalam  Surat Gembala yang bertajuk “Kasih Setia Allah Meneguhkan Kita Menjadi Pelopor Peradaban Kasih” ini Rama Sukendar menyampaikan, menjadi pelopor peradaban kasih adalah panggilan murid-murid Yesus Kristus untuk mewujudkan iman umat. Iman umat mesti berdampak dan berbuah. Buah iman adalah kasih. Buah kasih adalah pelayanan, dan buah pelayanan adalah damai (St. Teresa dari Kalkuta). 

“Pelayanan berlandaskan kasih kepada semua orang, terutama kepada yang miskin merupakan ciri kekatolikan kita. Paus Fransiskus menegaskan,”Jika sampai hari ini masih ada orang Kristen yang tidak peduli terhadap kebutuhan orang paling miskin dari yang miskin, nyatalah bahwa ia bukan orang Kristen” (Kata Pengantar DOCAT, halaman 11),” kata rama.

Dalam surat yang dibuat di Semarang pada 11 Februari 2017 ini, Rama Sukendar menyatakan, umat tidak perlu khawatir. Kalau umat berderma dan membantu sesama, umat tidak akan kekurangan karena Tuhanlah yang mencukupi kebutuhan umat-Nya itu. Allah mengetahui apa yang dibutuhkan umat-Nya. Umat tidak perlu khawatir akan apa yang mau dipakai dan apa yang mau dimakan. 
“Menjadi pelopor peradaban kasih, mewujudkan masyarakat yang sejahtera, bermartabat dan beriman akan membuat kita mengalami sukacita iman. Karena dengan berbuat kasih, kita menyalurkan berkat Allah untuk sesama,” tandas rama.

Rama Sukendar mengatakan, dalam situasi dunia serta masyarakat yang masih diliputi keprihatinan, maka umat diminta untuk tidak jemu-jemu menggemakan peradaban kasih dalam berbagai tempat dan kesempatan. “Dari gema itu diharapkan terjadi pertobatan hati bagi banyak orang. Karena hanya pertobatan hati yang mampu membuat dunia dan masyarakat menjadi lebih manusiawi,” ucap rama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar