Prodiakon Ignatius Supardi Berpulang

Kabar duka menyelimuti keluarga besar Prodiakon Paroki Wedi. Prodiakon Paroki Wedi dari Lingkungan Santo Matias Klaten Selatan, Ignatius Supardi (64 tahun), telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga. Pak Pardi meninggal pada hari Sabtu Legi, 1 April 2017 pukul 4.00 WIB di rumah sakit di Bekasi. 

Ignatius Supardi lahir di Klaten, pada 6 Juni 1953. Ia meninggalkan istri, Theresia Sumirah, serta 4 anak dan 5 cucu. 

Semasa menjadi prodiakon paroki, pria berkumis ini dikenal sebagai prodiakon yang disiplin, entengan, dan murah hati dalam melayani umat. Meski tidak sedang bertugas, ia selalu datang awal, dan langsung ke sankristi sebelum Misa Minggu dimulai. Ketika ada sejumlah prodiakon yang seharusnya bertugas, tetapi tidak datang, ia dengan senang hati banjeli (mengganti). Ia juga aktif mengirim komuni kepada umat yang sakit setiap hari Minggu.   

Dalam atur panglipur, Koordinator Prodiakon Paroki Wedi, Antonius Supriyadi menyampaikan, umat dan Prodiakon Paroki Wedi ikut berduka atas meninggalnya Ignatius Supardi. Ia mengajak para pelayat untuk mendoakan swargi Pak Pardi agar segala dosa dan kesalahannya diampuni, dan arwahnya diterima Tuhan.

Jenazah Pak Pardi dimakamkan di Makam Dukuh Sidorejo, Desa Kajoran, Kecamatan Klaten Selatan pada hari Minggu Pahing, 2 April 2017 pukul 13.00 WIB. Sejumlah prodiakon dan umat turut mengantar jenazahnya sampai ke peristirahatan terakhirnya. Sugeng tindak Pak Pardi…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar