Umat Lingkungan Trimasan Dan Warga Bergotong Royong Perbaiki Rumah Tuminah

bedah rumah tuminah
Umat Lingkungan Santo Tarcisius Trimasan bersama warga sekitar memperbaiki rumah Cicilia Tuminah di Dukuh Lor, Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan, Minggu (23/4/2017). Perbaikan rumah Tuminah ini diperkirakan memakan waktu 10 hari.

Rumah Tuminah ini berukuran 5x7 meter dengan tinggi tembok sekitar 2 meter. Atap rumahnya (usuk dan reng) dari pring (bambu) dan mulai lapuk. Saat hujan, sebagian gentingnya bocor, sehingga air hujan masuk ke dalam rumah. 

Kondisi rumah Tuminah yang sedemikian ini menarik perhatian dan mengundang kepedulian umat Lingkungan Trimasan. Karenanya, pengurus Lingkungan Trimasan kemudian mengajukan permohonan bantuan dana dari Program Bedah Rumah Paroki Wedi. Dan gayung pun bersambut.  
Tim Bedah Rumah Paroki Wedi lalu melakukan survey ke rumah Tuminah. Dan hasilnya, rumah Tuminah ini layak untuk diperbaiki. 

Karena rumah Tuminah ini dinilai kurang “sehat”, maka temboknya perlu ditinggikan menjadi sekitar 2,75 meter agar sirkulasi udara di dalam rumah menjadi lebih segar dan sehat. Sebagian usuk-nya diganti dengan kayu glugu (kelapa). Begitu pula gentingnya, diganti dengan genting pres.

Dana untuk memperbaiki rumah Tuminah ini berasal dari bantuan umat Lingkungan Trimasan dan Paroki Wedi. Dari serkileran umat Lingkungan Trimasan terkumpul dana sekitar Rp 5,3 juta. Sedang bantuan dari Paroki Wedi sebanyak Rp 5 juta. Tak hanya itu, umat Lingkungan Trimasan juga ada yang menyumbang genting, semen, dan sebagainya. 

Biaya konsumsi selama gotong-royong memperbaiki rumah Tuminah ini ditanggung oleh ibu Lingkungan Trimasan. Sedang untuk gotong royong keseharian ditanggung oleh dua keluarga sesuai jadwal yang telah dibuat. 

Ketua Lingkungan Santo Tarcisius Trimasan Agustinus Heri Prajoko menyampaikan, aksi memperbaiki rumah milik Tuminah ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Aksi Puasa Pembangunan (APP) Lingkungan Trimasan. Dalam pertemuan APP itu umat diajak untuk mengasihi, peduli dan berbagi kepada sesama.

“Nah, seperti tema APP 2017, yaitu “Aku pelopor peradaban kasih”, maka kita juga ingin mengasihi sesama kita, terlebih kepada sesama kita yang lemah, miskin, tersingkir, dan difabel. Dan sebagai wujud nyatanya adalah dengan memperbaiki rumah Bu Tuminah ini,” katanya.   

Apa yang dilakukan umat Lingkungan Trimasan dan warga sekitar ini ditanggapi dengan penuh syukur oleh Tuminah. Ia pun mengaku senang. “Terima kasih kepada umat Lingkungan Trimasan, Dewan Paroki Wedi, dan warga sekitar kami yang telah mau membantu memperbaiki rumah kami,” ucapnya bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar