Anggaran Pekan Suci Paroki Wedi Nombok Rp 699.100


Rapat evaluasi dan pembubaran panitia Pekan Suci Paroki Wedi tahun 2017 diadakan di Kapel Brayat Minulya Ngering, Rabu (17/5/2017) malam.

Dalam rapat itu disampaikan, Perayaan Ekaristi dan ibadat selama Pekan Suci di Gereja Wedi berjalan lancar dan baik. Umat yang hadir mengikuti Ekaristi membludak, bahkan sampai halaman gereja. 

“Kami mengamati, antusiasme umat untuk mengikuti Perayaan Ekaristi dan ibadat selama Pekan Suci sangat baik. Tanggapan umat saat (menyaksikan) visualisasi Kisah Sengsara Tuhan Yesus dan (mengikuti) tuguran Kamis Putih juga luar biasa. Ini sungguh di luar dugaan panitia,” kata Kabid Liturgi dan Peribadatan Paroki Wedi Aloysius Gonzaga Surono.

Hanya saja, saat perarakan Minggu Palma pagi dari Selepan Makmur sampai Gereja Wedi terkesan kurang “greget”. Perarakan umat terasa ameng, kurang semangat, dan sepi. Bahkan, ada sebagian umat yang tidak mau ikut perarakan dan memilih langsung ke Gereja Wedi. Akibatnya, pemaknaan akan peristiwa Yesus masuk ke Yerusalem menjadi kabur. 

“Ternyata, perarakan Minggu Palma yang ameng dan sepi ini tidak hanya terjadi pada pekan suci tahun ini. Tetapi, juga sudah berlangsung selama tiga tahun belakangan ini. Maka, ini menjadi “catatan” tersendiri bagi kita,” kata Rama Maradiyo. 

Di akhir rapat dilaporkan, anggaran Pekan Suci Paroki Wedi tahun 2017 ini adalah Rp 10.100.000. Sedang realisasi (penggunaan) anggaran sejumlah Rp 10.800.000. Maka, anggaran Pekan Suci Paroki Wedi tahun 2017 ini mengalami saldo minus atau nombok Rp 699.100. Semua kekurangan anggaran ini kemudian ditutup dari keuangan Paroki Wedi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar