Ibadah Oikoumene di Gereja Wedi Luar Biasa…



Para rama dan pendeta berfoto bersama petugas liturgi lainnya.
IBADAH Oikoumene dalam rangka Pekan Doa Sedunia untuk kesatuan umat kristiani yang diadakan di Gereja Wedi pada Selasa (22/1/2019) malam berlangsung luar biasa.
Ibadah Oikoumene dihadiri sekitar 1.000 umat Katolik se Rayon Klaten dan jemaat Kristen se Kabupaten Klaten. Dari umat Katolik hadir perwakilan dari Paroki Wedi, Bayat, Dalem, GMA Klaten, Kebonarum, Gondang, dan Delanggu.
Sedang dari jemaat Kristen hadir perwakilan dari Gereja Kristen Jawa (GKJ), Gereja Pantekosta di Indonesia (GpdI), Gereja Kristen Indonesia (GKI), Gereja Jemaat Kristus Indonesia (GJKI), Gereja Kerasulan Baru Indonesia (GKBI), dan Gereja Bethel Indonesia (GBI).
Tema Ibadah Oikoumene tahun 2019 ini yaitu “Semata-mata keadilan, itulah yang harus kau kejar” (bdk Ulangan 16:18-20).
Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Agung Semarang (KAS) Rama Aloysius Budi Purnomo Pr dalam sambutan menyatakan, sejak digelar di KAS 11 tahun yang lalu, Ibadah Oikoumene di Gereja Wedi ini paling istimewa dan luar biasa.
“Mengapa istimewa? Karena umat yang hadir sangat banyak. Gereja penuh. Bahkan, sampai (meluber) di luar (gereja). Jumlah rama dan pendeta yang memimpin Ibadah Oikoumene juga paling banyak, yaitu 8 rama dan 18 pendeta. Ini sungguh mengharukan bagi saya,” kata rama.   
Sebelum Ibadah Oikoumene dimulai, ada penampilan Paduan Suara Anak Serafim Paroki Wedi yang membawakan beberapa lagu. Selanjutnya, prosesi perarakan petugas liturgi. Kemudian penyalaan lilin yang dilakukan oleh perwakilan rama dan pendeta.
Dalam pengantar, Rama Emmanuel Maria Supranowo Pr menyampaikan, Ibadah Oikoumene ini dalam rangka Pekan Doa Sedunia untuk kesatuan umat kristiani yang berlangsung dari tanggal 18 sampai 25 Januari 2019. Pekan Doa Sedunia untuk kesatuan umat kristiani ini diserukan oleh Gereja-Gereja Kristus sedunia, baik dari Gereja-Gereja Katolik maupun dari Gereja-Gereja Kristen.
“Pada tahun 2019 ini, tema yang diambil adalah tentang keadilan. Tema ini sangat penting karena situasi akhir-akhir ini yang berulang membawa perpecahan dan konflik. Sebagai anggota Tubuh Kristus, kita dipanggil untuk mengejar dan mewujudkan keadilan. Kesatuan kita dalam Kristus memberdayakan kita untuk mengambil bagian dalam perjuangan yang lebih luas untuk keadilan dan untuk meningkatkan martabat kehidupan,” ujar rama.
Sebelum berkat penutup, ada penampilan Paduan Suara “New Paul Choirs” dari Paroki Administratif Bayat, Tari “Andum Rejeki” dari PIA Paroki Wedi, serta menyanyi dan menari jingleNandur rukun sugih sedulur” yang dikomandani Pendamping PIA Paroki Wedi.
Usai ibadah, dilanjutkan dengan sesi foto bersama, ramah tamah, dan makan bersama di Balai Mandala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar