Festival Salib Dan Lampion Semarakkan Perayaan Paskah di Paroki Wedi


Suasana Festival Salib dan Lampion yang dipajang di pintu masuk utama Gereja Wedi, Senin (15/4/2019) malam.

UMAT Katolik di Wedi merayakan Paskah tahun ini dengan gembira dan penuh sukacita.
Dan untuk menambah kesemarakan Paskah, Paroki Wedi menggelar Festival Salib dan Lampion yang dipajang di pintu masuk utama Gereja Wedi selama Pekan Suci.
Sekretaris Panitia Perayaan Paskah Paroki Wedi Christina Budi Hartini menyampaikan, Festival Salib dan Lampion ini bertujuan untuk memberi kesempatan kepada umat menunjukkan atau menampilkan kreativitasnya. Juga agar umat semakin tertarik untuk datang ke gereja.
“Umat Lingkungan mengubah barang-barang yang kurang atau sudah tidak berharga menjadi barang yang lebih berharga. Berkat sentuhan tangan-tangan yang kreatif, bahan-bahan “limbah” dan sudah tidak terpakai, seperti botol minuman, tutup botol, triplek bekas, CD, roda sepeda, dan lainnya ini “disulap” menjadi barang yang punya nilai seni. Dan ternyata, hasilnya sungguh indah dan menarik,” katanya.
Budi Hartini menjelaskan, Festival Salib dan Lampion ini diadakan untuk yang pertama kalinya. Festival Salib dan Lampion diikuti oleh 36 lingkungan di Paroki Wedi.
“Ke depan, Festival Salib dan Lampion seperti ini akan kita buat lebih menarik lagi. Agar perayaan Paskah di Gereja Wedi terasa lebih semarak lagi. Sehingga umat semakin antusias dalam merayakan Paskah,” ujarnya.
Sedang Ketua Panitia Perayaan Paskah Paroki Wedi Maria Wiwik Karyawati menyatakan, Tema Pekan Suci di Paroki Wedi tahun ini yaitu "Membangun Kesatuan, Menghormati Keragaman". Sedangkan tema Paskah adalah Bangkit dan Bergerak Berbagi Berkat.
“Tema Pekan Suci diambil terkait momen Pilkades, Pileg, dan Pilpres yang karena adanya perbedaan pilihan bisa menimbulkan konflik. Tema itu mengingatkan kita pentingnya tetap menjaga kesatuan dan menghargai atau menghormati perbedaan-perbedaan yang ada dalam kehidupan ini,” terangnya.
Festival Salib dan Lampion ini disambut baik oleh umat. Setiap malam, umat dan masyarakat umum datang ke Gereja Wedi. Mereka melihat, berswafoto, dan lainnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar